Kamis, 24 November 2016

Perilaku Konsumen dan Contoh Perilaku Konsumen


Pendahuluan

Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Ketika memutuskan akan membeli suatu barang atau produk, tentu kita sebagai konsumen akan memikirkan terlebih dahulu mulai dari harga, kualitas, fungsi atau kegunaan barang tersebut. Kegiatan memikirkan, mempertimbangkan, dan mempertanyakan  barang sebelum membeli termasuk ke dalam perilaku konsumen. Kita sebagai konsumen tentu tidak ingin salah membeli suatu produk atau jasa, maka dari itu perilaku konsumen sangat di perlukan.Barang – barang yang bernilai jual rendah proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang-barang yang bernilai jual tinggi proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan dengan sangat matang.

Jenis Perilaku Konsumen

Secara umum perilaku konsumen dibagi menjadi 2 yaitu perilaku konsumen yang bersifat rasional dan irrasional.

1.    Bersifat Rasional adalah tindakan perilaku konsumen dalam pembelian suatu barang dan jasa yang mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum yaitu seperti tingkat kebutuhan mendesak, kebutuhan utama/primer, serta daya guna produk itu sendiri terhadap konsumen pembelinya. Cirinya adalah:
a.      Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
b.      Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan yang optimal
c.      Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
d.      Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuanya

2. Bersifat Irrasional adalah perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming-iming diskon atau marketing suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuhan atau kepentingan.Ciri-cirinya adalah:
a.  Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak dan elektronik
b.      Konsumen lebih memilih barang-barang bermerek yang sudah dikenal luas
c.   Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

 

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu:
1. Kebudayaan
2. Sosial
- Kelompok referensi
- Keluarga
- Peran dan status

3. Pribadi
- Umur dan tahapan dalam siklus hidup
- Pekerjaan
- Keadaan ekonomi
- Gaya hidup
- Kepribadian dan konsep diri

4. Psikologis
-  Motivasi (motivation) merupakan suatu doronngan yang ada dalam diri manusia                    untuk mencapai tujuan tertentu.
-  Persepsi (perception), merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian  yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
- Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
- Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.


Proses Pengambilan  Keputusan Pembelian

Proses pembelian yang spesific terdiri dari urutan kejadian seperti gambar berikut:

 




Secara perinci tahap-tahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
  
1)    Pengenalan Masalah (problem recognition)
Proses membeli diawali saat pembeli menyadari adanya masalah kebutuhan. Kebutuhan ini dapat disebabkan oleh rangsangan internal maupun eksternal. Contoh rangsangan internal misalnya rasa lapar, dahaga dan sebagainya hingga tingkat tertentu berubah menjadi dorongan. Contoh rangsangan eksternal misalnya seorang konsumen melewati sebuah toko roti sehingga merangsang rasa laparnya. Jika tidak ada pengenalan masalah terlebih dahulu, maka konsumen juga tidak akan tahun produk mana yang harus di beli.

2)    Pencarian Informasi (information source)
Setelah mengetahui permasalahan yang di alami, maka pada saat itu seorang konsumen akan mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Dalam mencari informasi, seseorang dapat melakukannya dari diri sendiri (internal) maupun dari orang lain (eksternal) seperti masukan, sharing pengalaman, dan lain sebagainya.

3)    Pengevaluasian Alternatif (alternative evaluation)
Setelah mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengevaluasi  segala alternatif  keputusan maupun informasi yang diperoleh.

4)    Keputusan Pembelian (purchase decision)
Proses selanjutnya setelah melakukan evaluasi pada alternatif – alternatif yang ada adalah keputusan untuk pembelian. Waktu yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan ini tidak sama tergantung dari hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelian tersebut.

5)    Evaluasi Pasca Pembelian (post-purchase evaluation)
Proses yang dilakukan oleh seorang konsumen setelah pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa biasanya adalah melakukan evaluasi pembeliannya tersebut. Evaluasi yang dilakukan mencakup pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti apakah barang sudah sesuai harapan, sudah tepat guna, tidak mengecewakan,dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan kepuasan dan ketidakpuasan seorang konsumen. Jika barang tersebut memuaskan maka akan timbul pengulangan pembelian terhadap barang atau jasa tersebut dan seorang konsumen akan mengingat merek produk barang atau jasa tersebut. Tetapi jika barang/jasa tidak memuaskan makan konsumen juga akan mengingat merek barang/jasa tersebut dengan tujuan agar tidak mengulang kembali membeli barang/jasa tersebut di masa yang akan datang.


Contoh-Contoh Perilaku Konsumen

a.    Perilaku konsumen terhadap kendaraan bermotor,
Tidak dapat dipungkiri saat ini sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang paling diminati oleh masyarakat umum. Sebagai contoh misalnya seorang  konsumen ingin membeli sebuah kendaraan bermotor karena tertarik dengan iklan merek sebuah sepeda motor yang ditawarkan sebuah perusahaan industri kendaraan bermotor. Dari iklan tersebut ditawarkan berbagai kemudahan dan keunggulan dan juga pada saat itu sepeda motor yang ditawarkan sedang mengalami tren atau diminati banyak orang. Dari keadaan itulah akan timbul keinginan konsumen untuk segera membeli sepeda motor karena ketertarikannya terhadap jenis motor yang ditawarkan tanpa melihat dari segi kebutuhan melainkan kebutuhan gengsi atau prestise.


b.    Perilaku konsumen terhadap kebutuhan rumah tangga
Kehidupan rumah tangga tidak lepas dari yang namanya kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Ketiga kebutuhan itulah yang mendasari terjadinya perilaku konsumen terhadap kebutuhan barang-barang konsumsi. Sebagai contoh misalnya seorang konsumen yang ekonominya menengah keatas lebih memilih berbelanja di supermarket daripada belanja di pasar tradisional. Faktor yang menyebabkan biasanya dari segi kebersihan dan kualitas barang yang akan dibeli lebih terjamin walaupun harga di supermarket lebih mahal. Berbeda dengan seorang konsumen yang ekonominya menengah kebawah pasti akan memilih belanja suatu barang di pasar tradisional yang harganya jauh lebih murah. Perbedaan tersebut terlihat dari segi kemampuan seorang konsumen untuk membeli suatu barang sesuai dengan kemampuannya. Bagi seorang konsumen yang mempunyai penghasilan tinggi harga yang tertera di suatu barang tidak menjadi masalah untuk dapat dibelinya tanpa harus menawarnya tetapi berbeda dengan seorang konsumen yang berpenghasilan sedang pasti akan menawar jika suatu suatu barang itu harganya mahal.






c.    Perilaku konsumen terhadap tiket mudik lebaran
Lebaran merupakan salah satu momen yang sangat penting yang selalu di tunggu oleh setiap orang khususnya para pekerja yang merantau. Berkaitan dengan lebaran tidak lepas yang namanya mudik lebaran. Mudik lebaran sudah menjadi tradisi tahunan di Indonesia. Harga -hargapun turut melambung naik menjelang lebaran, begitu juga dengan harga tiket mudik. Harganya bisa mencapai 2 kali lipat dari harga normal. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi setiap konsumen yang ingin mudik ke kampung halaman untuk berkumpul dengan sanak keluarga. Biasanya para konsumen jauh-jauh hari memburu tiket mudik agar tidak kehabisan. Keadaan yang demikian adalah salah satu contoh perilaku konsumen yang mengedepankan kebutuhan.

Dari ketiga contoh perilaku konsumen tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa setiap pelaku konsumen berbeda karena disebabkan dari selera, pendapatan, waktu dan kebutuhan.


Sumber:
  1. http://ciputrauceo.net/blog/2015/6/11/perilaku-konsumen;
  2. Edisi revisi,perilaku konsumen karya Dr. Nugroho J.Setiadi,SE,MM, perpustakaan Kemendag RI;
  3. Berbagai sumber