Kamis, 20 Oktober 2016

Sistem Perekonomian Indonesia Dalam Globalisasi Ekonomi


Sistem Perekonomian Indonesia
 Dalam Globalisasi Ekonomi

   
  A. Pendahuluan
Sistem ekonomi adalah proses penerapan dari beberapa cara dan aturan yang saling berkaitan hingga menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam hal perekonomian. Sistem ekonomi juga mencakup seluruh aktivitas masyarakat dalam suatu negara dalam usahanya memenuhi kebutuhan demi tercapainya kelangsungan hidup.
Sistem ekonomi memiliki fungsi sebagai sarana untuk mendorong terjadinya produksi dan juga berfungsi sebagai metode dalam mengorganisasikan  kegiatan setiap individu dalam suatu negara. Fungsi sistem ekonomi lainnya adalah untuk menciptakan mekanisme agar distribusi barang maupun jasa berjalan dengan baik.
Seiring dengan perkembanganya, kita mengenal 3 sistem ekonomi yang di anut oleh  negara-negara di dunia antara lain:

a)    Sistem Ekonomi Liberalis-Kapitalis
Sistem ekonomi yang dicetuskan oleh Adam Smith ini menghendaki adanya kebebasan setiap individu dalam melaksanakan kegiatan ekonomi dan diakui keberadaanya dan mendapat kebebesan yang sama dalam bersaing di bidang ekonomi. Dalam hal ini pemerintah tidak diizinkan ikut campur dalam kegiatan ekonomi masyarakatnya, pemerintah hanya memiliki tugas menjaga, melindungi dan memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk  melakukan kegiatan ekonomi.

b)    Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi ini juga disebut sebagai sistem ekonomi terpusat yang dicetuskan oleh Karl Max. Dalam hal ini pemerintah sepenuhnya berfungsi mengendalikan aktivitas ekonomi, sumber daya dan pengelolaanya. Sistem ekonomi ini berbeda dengan sistem ekonomi liberal yaitu hak individu tidak diakui karena semua kegiatan ekonomi di pegang penuh oleh pemerintah.

c)    Sistem Campuran
Seperti namanya, sistem ekonomi campuran merupakan gabungan dari sistem ekonomi liberalis dan sosialis yang kedua sistem ini saling melengkapi kekurangan dan memadukan kelebihan yang dimiliki masing-masing sehingga tercipta sistem ekonomi yang baru yang lebih baik. Dalam sistem ekonomi campuran hak setiap individu dalam kegiatan ekonomi di akui tetapi juga dibatasi. Pemerintah juga ikut mengatur dalam perekonomian dengan cara membuat undang-undang dan kebijakan-kebijakan tertentu. Sistem ekonomi ini kepentingan umum/masyarakat lebih diutamakan daripada kepentingan kelompok/pihak-pihak tertentu.

B. Tinjauan Ilmiah
Sistem ekonomi Indonesia yang kita gunakan saat ini telah mengalami banyak perubahan sejak merdeka hingga saat ini. Bangsa Indonesia sebagai  bangsa yang sedang berkembang terus memperbaiki sistem perkonomian agar menjadi lebih baik karena ekonomi adalah unsur yang sangat penting di dalam suatu negara. Sistem ekonomi suatu negara juga tidak lepas dari pengaruh kebijakan-kebijakan ekonomi yang di buat oleh pemerintah. Seperti halnya  sistem ekonomi di Indonesia yang tidak akan lepas dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan dasar dari negara Indonesia.
Sebelum Orde Baru, tokoh-tokoh Indonesia yaitu Muhmmad Hatta dan Sumitro Joyohadikusumo   mencoba merumuskan sistem perekonomian Indonesia yang disebut dengan sistem ekonomi Pancasila yang penerapanya berdasarkan nilai-nilai demokrasi ekonomi. Ciri-ciri dari sistem ekonomi Pancasila yaitu
  • Berdasarkan asas kekeluargaan
  • Berdasarkan asas kekeluargaan
  • Cabang produksi yang menguasai hajat hidup masyarakat dikuasi negera
  • Seluruh kekayaan di kuasai negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat
  • Setiap individu diberikan kebebasan tetapi tidak  bertentangan dengan kepentingan umum
  • Tidak mengijinkan free fiht liberalism (kebebasan usaha yang tak terkendali)
  • Tidak mengijinkan atalisme (pemerintah tidak boleh terlalu mengatur perekonomian sehingga mematikan motivasi dan kreativitas masyarakat
  • Tidak mengijinkan adanya monopoli, sehingga tidak akan terjadi pemusatan ekonomi pada kelompok tertentu.


Setelah Orde Baru (setelah krisis ekonomi di tahun 1997-1998), Indonesia lebih menganut sistem ekonomi berbasis pasar yang hampir mirip dengan sistem ekonomi campuran dan sistem ekonomi pancasila. Dalam hal ini pemerintah tetap memegang kendali dan memiliki tugas-tugas tertentu dalam mengatur perekonomian negara, sedangkan masyarakat diberikan kebebasan dalam menjalankan roda ekonomi namun tetap berada pada koridor peraturan serta kebijakan – kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam kegiatan ekonomi terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia , yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

      
     1. Pemerintah
Pemerintah mencakup semua lembaga atau badan pemerintahan yang memiliki wewenang dan tugas mengatur ekonomi melalui perusahaan negara (BUMN/BUMD). Disini ada 3 peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi yaitu:
a.    Pengatur
 Pemerintah mengatur perekonomian negara baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga tercipta stabilitas ekonomi agar tidak merugikan masyarakat. Pengaturan secara langsung misalnya perizinan, pengendalian lingkungan,pembayaran pajak, peraturan biaya tarif, penghapusan peraturan-peraturan yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pengaturan secara tidak langsung misalnya pemberian insentif bagi produsen untuk memproduksi barang tertentu, himbauan pemerintah agar konglomerat menyerahkan 2,5 % keuntungannya untuk mengentaskan kemiskinan.
b.   Konsumen
     Pemerintah dalam hal ini membutuhkan barang dan jasa dalam menjalankan
     tugasnya
c.   Produsen
     Menghasilkan barang dan jasa melalui perusahaan milik negara.


      2. Swasta (BUMS)
BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi  di Indonesia yang merupakan badan usaha yang dimiliki oleh pihak swasta dengan tujuan memperoleh laba yang sebesar-besarnya.Dalam pelaksanaanya BUMS tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. Perusahaan swasta saat ini telah memasuki berbagai sektor kehidupan antara lain bidang perkebunan, pertambangan, industri, tekstil, perakitan  kendaraan, perikanan, dan lain-lain.
  
     3.  Koperasi
Koperasi berperan mempersatukan, mengarahkan, membina dan mengembangkan potensi, daya kreasi, daya usaha ekonomi rakyat untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan tercapainya pendapatan yang adil dan kemakmuran yang merata serta mencapai taraf hidup yang tinggi dan kecerdasan masyarakat.

      C. Permasalahan
Keberhasilan dan kegagalan suatu sistem ekonomi di Indonesia tidak lepas dari peran serta dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Banyaknya kontroversi terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah membuat kalangan masyarakat mempertanyakan kebijakan-kebijakan tersebut. Ada beberapa permasalahan ekonomi yang mempengaruhi sistem perekonomian di Indonesia diantara lain:

     1)    Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dilihat melalui tingkat produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama periode tertentu. Pertumbuhan ekenomi di Indonesia sering terkendala masalah modal dan investasi yang masih bergantung pada modal dari investasi pihak asing. Lambatnya pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi naiknya harga minyak dunia akibat langkanya minyak mentah yang disebabkan menipisnya cadangan minyak serta terhambatnya distribusi minyak. Kenaikan minyak tersebut menyebabkan harga kebutuhan pokok ikut naik sehingga daya beli masyarakat berkurang dan terjadi penurunan kegiatan ekonomi masyarakat.

     2)    Kemiskinan
Merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya yang meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan terjadi akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara rill sehingga daya beli masyarakat terhadap barang-barang kebutuhan pokok menurun. Akibatnya masyarakat tidak dapat hidup secara layak sehingga taraf hidupnya menurun.

     3)    Pengangguran
Pengangguran disebabkan adanya jumlah angkatan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja/kesempatan kerja. Pemerintah dalam hal ini perlu mengusahakan kebijakan dibidang ketenagakerjaan, misalnya perbaikan kualitas tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja, mendorong tumbuhnya investasi dan modal, memberikan pelatihan dan keterampilan bagi tenaga kerja.

     4)    Kesenjangan Penghasilan
Masyarakat yang berpenghasilan tinggi mampu memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier sedangkan yang berpenghasilan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun yang paling dasar.

     5)    Inflasi
Inflasi di tandai dengan naiknya harga barang dan jasa secara kesuluruhan yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa.

     6)    Hutang Luar Negeri
Hutang yang terus menumpuk menyebabkan terjadinya berbagai masalah perekonomian seperti nilai mata uang rupiah yang terus menurun.

     7)    Defisit
Defisit terjadi ketika anggaran belanja lebih tinggi dari anggaran pendapatan. Ini yang menyebabkan terjadinya hutang negara terus menumpuk. Penyebab utamanya adalah korupsi, perilaku pemerintah yang sangat boros anggaran, dan subsidi yang tidak tepat sasaran

     8)    Ketidakmampuan Industrial
Perindustrian masih sangat bergantung pada ekonomi, bahan baju, dan teknologi asing sehingga sebagian keuntungan dibawa ke luar negeri sedangkan Indonesia hanya mendapatkan pendapatan dari pajak dan upah buruh saja

     9)    Ketidakmampuan Mengelola Sumber Daya
Kuranganya tenaga ahli di Indonesia yang menyebabkan ketidakmampuan mengelola sumber daya alamnya sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan penguasaan Iptek di Indonesia 

     10) Masalah Pangan
Ketidakmampuan pemerintah mengendalikan harga pangan membuat harga terus meroket  terutama sembako. Hal ini sering terjadi disaat bulan ramadhan dan menjelang lebaran, sehingga pemerintah mengambil langkah dengan mengimpor kebutuhan pokok dari luar negeri.

     11) Pembangunan yang Cenderung Tersentralisasi
Dalam hal ini pembangunan hanya difokuskan di pusat-pusat tertentu/perkotaan sehingga terjadi kesenjangan sosial. Misalnya pembangunan hanya dipusat kota sehingga menimbulkan berbagai masalah.

D. Penjelasan
Perekonomian Indonesia tidak lepas dari yang namanya globalisasi. Globalisasi dalam bidang ekonomi misalnya:
  • Terciptanya ekspor dan impor
  • Terciptanya pasar bebas
  • Masuknya perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia;
  • Menjamurnya Bisnis E-commerce (Amazon, Ebay, Tokopedia,Bukalapak, dan banyak lagi);
  • Masuknya produk-produk luar negeri ke Indonesia.


Globalisasi perekonomian akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional, sebaliknya akan membuka peluang masuknya produk-produk global ke pasar dalam negeri yang mengakibatkan produk-produk dalam negeri kalah saing di pasaran. Semenjak di berlakukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana terjadinya perdagangan bebas di kawasan anggota ASEAN, banyaknya  produk-produk dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dalam jumlah yang sangat besar. Misalnya China yang sudah mulai membanjiri pasar Indonesia. Harga produk yang ditawarkan jauh lebih murah bila di bandingkan dengan harga produk-produk buatan Indonesia. Hal ini yang membuat konsumen di Indonesia lebih memilih produk buatan China karena harganya yang jauh lebih murah.

    
Pengaruh dari globalisasi ekonomi membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif globalisasi antara lain semakin terbukanya pasar untuk produk – produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk melahirkan produk-produk yang berkualitas, kreatif sesuai selera yang diinginkan pasar luar negeri. Semakin meningkatnya pariwisata akan membuka kesempatan lapangan kerja sekaligus menjadi ajang promosi untuk produk Indonesia agar lebih dikenal di seluruh manca negara.

Dampak negatif dari globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia adalah ketidaksiapan Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas, produk Indonesia kalah bersaing dengan produk negara lain yang harganya lebih murah dan berkualitas. Minimnya infomasi yang diperoleh oleh para pelaku usaha di Indonesia membuat produk-produk Indonesia tidak mampu bersaing di pasar internasional. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam memerangi persaingan ekonomi yang sangat ketat seperti saat ini misalnya dengan memberikan pelatihan, pendidikan, workshop /seminar dan informasi pasar ekspor bagi pelaku usaha agar mereka mengetahui selera produk yang diinginkan oleh pasar luar negeri sehingga produk akan dihasilkan nanti jauh lebih kreatif dan berkualitas. Sehingga para pelaku Indonesia mampu untuk bersaing di pasar internasional.



V. Opini
Globalisasi ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini membawai dampak positif dan negatif terhadap negeri ini. Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran adalah dampak dari pembangunan ekonomi yang tidak merata atau tepat sasaran. Perlambatan ekspor bagi bangsa Indonesia juga merupakan faktor yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional dalam era globalisasi. Persaingan usaha yang sangat ketat menjadi tantangan bagi para pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan produksinya sehingga mampu bersaing di pasar internasional.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini harus dijadikan pemicu untuk memperbaiki kenerja perekonomian di tengah keadaan ekonomi global yang belum membaik. Dan lebih parahnya lagi perekonomian Indonesia pada saat ini menyebabkan melamahnya nilai mata uang rupiah yang kemudian akan menyebabkan hutang yang semakin banyak. Terlalu lemahnya sistem pemerintahan dan hukum di Indonesia membuat permasalahan seakan sulit untuk diselesaikan. Janji dan sumpah dari pemimpin negeri ini hanya menjadi mainan untuk menduduki jabatan tinggi. Sudah saatnya Indonesia bangkit dari keterpurukan  ekonomi demi tercapai  tujuan nasional yaitu kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar.

VI. Daftar Pustaka
  1. http://www.bimbie.com/artikel-sistem-perekonomian-indonesia.htm
  2. http://zaicorp-zaicorp.blogspot.com/2012/06/sistem-perekonomian-indonesia.html
  3. http://muhammadshiddiq-aa.blogspot.co.id/2015/10/dampak-perekonomian-global-terhadap.html
  4. https://caturdj.wordpress.com/perekonomian-indonesia-saat-ini/
  5. Berbagai sumber pustaka.